Dua contoh Lazarus


Di dalam alkitab, kita mengenal dua orang yang bernama Lazarus, satu adalah yang terdapat di kitab Lukas mengenai perumpamaan dari Tuhan Yesus, dan satu lagi di dalam kitab Yohanes mengenai kebangkitan Lazarus yang merupakan saudara Martha dan Maria. Kedua perkara ini unik, karena merupakan patokan dasar kebenaran yang harus kita mengerti dengan arif dan bijaksana.

Dari bacaan Lukas 11:1-53, kita melihat hal penting disini, karena kebangkitan Lazarus adalah hal yang tidak mungkin, karena Lazarus sudah berbau, dan sudah mati 4 hari dan sudah dikuburkan. Namun Allah melakukannya menjadi mungkin, jadi apa maksud Allah disini, Tuhan Yesus ingin menunjukkan hal besar untuk orang percaya seperti tertulis di ayat 25-27

Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
Ya, karya Yesus sebagai Mesias, yang menebus dosa orang percaya adalah karya yang tidak mungkin dimengerti oleh pikiran manusia manapun, kecuali bila Allah yang memberikan pengertian tersebut kepada manusia, seperti kata Yesus di Yohanes 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Hal lain dari kebangkitan Lazarus yang menarik disini adalah, bahwa ketika Yesus menyuruh Lazarus keluar dari kubur, mana mungkin suara itu terdengar oleh Lazarus, karena Lazarus sudah mati. Berarti pasti sesaat sebelumnya Lazarus sudah dibangkitkan, begitu juga dengan kita tidak mungkin kita beriman dan percaya kepada Yesus, karena kita adalah mati rohani.

Berarti sebelum kita bisa menerima iman percaya kita didalam Yesus juga terjadi hal yang sama, sesaat sebelumnya kita sudah dipersiapkan dan diberi Roh yang baru, yakni Roh kudus kedalam hati kita, sehingga kita bisa mengatakan Yesus adalah Tuhan dan mau menerima Dia sebagai juru selamat kita. Seperti kata Paulus di Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.
Jelas untuk menerima keselamatan, kita tidak bisa mengusahakan apa-apa dan memang bukan dari hasil usaha kita seperti juga dikatakan di Yohanes 15:16a Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Oleh karena itu, marilah kita bersyukur, karena keselamatan yang kita dapatkan ini adalah anugrah dari Allah di dalam Yesus Kristus.

Sekarang kita akan melihat perumpamaan di Lukas 16:19-31 mengenai orang kaya dan Lazarus yang miskin. Disini Tuhan Yesus bukan ingin mengatakan hukum keseimbangan atau pembalasan sebab akibat. Karena disini Lazarus yang miskin juga bersama Abraham yang kaya, jadi bukan status sosial yang menentukan keselamatan seseorang. Yang ingin ditekankan oleh Tuhan Yesus disini adalah permintaan dari si orang kaya di dalam ayat 27-29

Jelas disini, kita diajar untuk tidak mempercayai tanda ajaib apapun dalam menerima keselamatan kita, sekalipun dari dunia orang mati, bahkan pengajaran tentang kisah orang-orang yang dibawa ke neraka, karena itu semua bisa saja rekayasa dari si iblis. Jelas dikatakan bahwa kitab Musa dan para nabi, maksud Yesus adalah seluruh alkitab sudah sangat cukup untuk membawa orang mengerti akan Allah dan penghakimanNya. Dan sekali lagi itu semua adalah karya Allah dan bukan karya kita.
Satu perkara lagi, di akhir jaman ini kita sering mendengar pengajaran yang justru bertentangan dengan alkitab. Seperti injil kemakmuran, dan motivasi kesuksesan yang kebablasan, karena kian marak ajaran yang mengatakan kita anak-anak Tuhan harus sukses dan makmur, bebas dari penyakit dan lain sebagainya, karena itu adalah janji Tuhan. Benarkah semua ini ?

Dari perumpamaan di atas, kita tahu bahwa Lazarus itu miskin dan menderita juga dalam keadaan sakit, menurut pandangan gereja sekarang, dia bukanlah kriteria anak-anak Tuhan, atau mungkin ‘something wrong’ dengan Lazarus ini. Namun kembali Tuhan ingin ingatkan pada orang percaya di akhir jaman ini, jangan kita sesat, karena kesuksesan dan kesembuhan ilahi itu bukan jaminan bahwa anda berada dalam rel yang benar didalam Tuhan, bahkan di kitab wahyu dikatakan akan banyak nabi palsu dengan tanda ajaibnya dan mereka menyamar seperti malaikat terang. Mari kita kembali kepada kebenaran dalam Alkitab yang sudah seharusnya menjadi dasar iman kita di hari-hari yang semakin jahat ini.

Ditulis oleh : Pdp Ir Trisna Santosa
Bandung - INDONESIA



Pdp Ir Trisna Santosa
Email: trisna7@yahoo.co.id

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Renungan

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved