KRISTUS ADALAH RAJA


"KRISTUS ADALAH RAJA"

( Daniel 7 : 9-10, 13-14; Mazmur 93;
Wahyu 1 : 4b-8; Yohanes 18 : 33-37 )

Hari Minggu tanggal 22 November 2009 ( satu minggu sebelum memasuki Adven pertama ), kita merayakan hari Minggu Kristus Raja.

Sebagai umat Kristiani, tentunya kia mengenal lagu 'Majesty' , yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan 'Mulia, Mulia Nama-Nya'. Apa yang kita rasakan saat tiba pada lirik 'Pujilah, tinggikanlah Rajamu Yesus, Dialah selamanya Sang Raja benar…'? Jika selaras dengan perasan sang pengarang lagu yaitu Dr. Jack Williams Hayford, maka pada saat lidah bernyanyi, kalbu kita akan dipenuhi oleh penghormatan yang luar biasa kepada Kristus. Karena nyanyian tersebut memang melukiskan kemuliaan, kebesaran dan kasih Tuhan Yesus sebagai Raja atas segala raja. Pertanyaannya adalah, Yesus Kristus itu Raja yang bagaimana? Samakah dengan konsep raja dunia dengan segala atributnya?

Melalui empat bacaan hari ini kita diajak merenungkan bahwa :

1. Yesus Kristus yang sering menyebut diri ‘Anak Manusia’ menerima kekuasaan dan kemuliaan sebagai seorang Raja dari Allah sendiri, sehingga orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Dengan demikian, seperti yang Tuhan Yesus ungkapkan, Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini, bukan dari sini.

2. Karena kekuasaan Yesus sebagai Raja berasal dari Allah, maka takhta-Nya tegak sejak dahulu kala. Bahkan Dia adalah Alfa dan Omega : sudah ada, sedang ada dan akan ada selama-lamanya. Kristus adalah Raja yang kekal karena berasal dari kekal itu sendiri, sehingga Kerajaan-Nya pun kekal adanya.

Kemudian, jika kita merenungkan lebih lanjut kehidupan pelayanan Tuhan Yesus di dunia ini, semakin nyatalah bahwa gelar Kristus Raja benar-benar jauh dari gambaran seorang raja dunia. Yesus tidak hidup dalam gelimang harta dan kemewahan. Dia tak memiliki istana megah, mahkota indah maupun prajurit-prajurit yang gagah. Sebagai Raja, kaki-Nya justru melangkah menghampiri mereka yang lemah dan dikucilkan. Lengan kasih-Nya lebar terbentang bagi para pendosa yang menyuarakan penyesalan. Gelar-Nya sebagai Raja tidak menjauhkannya dari ‘wong cilik’, namun justru sebaliknya. Pemungut cukai, perempuan yang berzinah, orang kusta, mereka semua merasakan sapaan dan belas kasih-Nya. Bahkan Dia membasuh kaki para murid-Nya dan menyebut mereka sebagai sahabat-sahabat-Nya. Puncak dari kasih Kristus Sang Raja adalah kerelaan-Nya untuk menderita sengsara dan wafat demi keselamatan kekal umat manusia. Sedangkan bukti bahwa Dia adalah Raja yang berkuasa atas raja-raja di bumi adalah kebangkitan-Nya dari antara orang mati…

Jika Kristus yang adalah Raja telah meneladankan hidup yang sedemikian rupa, apa yang kita lakukan sebagai anak-anak Raja? Pantaskah kita mengaitkannya dengan kehidupan yang semata-mata beratribut kemewahan dan kenyamanan belaka? Benarkah bahwa sebagai anak Raja kita akan terhindar dari kesulitan hidup, bahkan terhindar dari sakit penyakit?

Pada waktu Ibu saya almarhum sedang menderita demensia, pada suatu hari beliau dikunjungi oleh seseorang yang ingin mendoakannya. Namun, ternyata setelah melihat kondisi Ibu saya, orang tersebut justru mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkan, antara lain :… "kalau Ibumu adalah anak Kristus, anak Raja, tak mungkin menderita sakit seperti itu. Ada kutuk yang harus dipatahkan…. dst …" Saya terkejut sekali dan ketika melihat wajah Ibu saya nampak kebingungan, bergegas saya mengusir pulang orang tersebut dan memintanya agar tak pernah lagi mengunjungi kami…

Dengan merenungkan karakter seorang Raja yang melekat pada Kristus, mari kita masing-masing bertanya, apakah karakter tersebut sudah menjadi panduan hidup kita. Karena mengikut Kristus Sang Raja berarti bersedia dibentuk menjadi manusia-manusia yang berkarakter Kristus, siapa pun kita dan apa pun kondisi kita. Ini tak ada kaitannya dengan fasilitas hidup di dunia. Dalam sehat ataupun sakit, saat menuai kesuksesan ataupun kegagalan, ketika senang atau susah, hidup kita senantiasa berpegang pada Kristus Sang Raja. Karena hanya Dialah yang berkuasa atas langit, bumi dan segala isinya, termasuk hidup kita.
Ya Tuhan kami Yesus Kristus, Raja segala raja. Hanya bagi-Mu hormat, kuasa dan kemuliaan untuk selama-lamanya. Amin.
*** ( sisilia lilies – kota wisata )



sisilia lilies
Email: sisilia_lie2001@yahoo.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Renungan

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved