Maria Dalam Injil Yohanes


Yesus mengubah air menjadi anggur. Itulah mukjizat pertama yang dilakukan Yesus sebagaimana dicatat oleh Yohanes (2:1-12), suatu mukjizat premature yang dilakukan Yesus ketika “saatNya belum tiba”. Ketika membaca kisah injil ini, saya menemukan kebesaran iman Maria. Maria seakan tahu bahwa Yesus mampu berbuat sesuatu, dan ini tak hanya terlihat ketika ia mendekati Yesus saat pesta kehabisan anggur, tetapi juga ketika ia mendekati para pelayan dan menyuruh mereka untuk menuruti apa yang akan diperintahkan Yesus. Walau Yesus seakan menolak permintaannya, Maria tetap yakin, Maria tetap percaya bahwa permintaannya tak akan ditolak. Ia percaya bahwa Yesus telah mendengarkan kata-katanya. Sungguh iman yang patut dicontohi. Air berubah menjadi anggur karena tindakan Maria yang menjadi penghubung antara Yesus dan tuan pesta.

Bila kita meninjau injil Yohanes, kita akan dapati bahwa Yohanes dalam injilnya hanya menyebut Maria, ibu Yesus pada dua kesempatan. Kesempatan pertama yakni ketika Maria berpartisipasi dalam proses pengubahan air menjadi anggur dalam peristiwa pernikahan di Kana (Yoh 2:1-12). Sebelum peristiwa Kana, Maria tak pernah disebut-sebut oleh Yohanes yang memulai Injilnya dengan mendeskripsikan sang Sabda yang telah ada sejak awal mula, dan tentang kehadiran Yohanes Pembaptis yang datang memberikan kesaksian akan sang Sabda tersebut. Tak ada kisah kelahiran di Betlehem serta pelarian ke tanah Mesir.

Di samping itu, Maria juga disebut dalam kesempatan yang kedua yakni pada saat Yesus menyelesikan tugas perutusanNya di dunia ini ketika Ia memberikan diriNya sebagai korban atas dosa manusia di atas salib. Saat itu Maria ditampilkan sekali lagi dan dicatat oleh Yohanes bahwa Ia berdiri di kaki salib Yesus. Pada kesempatan itu Maria diserahkan kepada Yohanes yang sekaligus mewakili para pengikutNya. Dengan itu Maria menjadi ibu kita semua yang mengikutiNya.

Ketika menemukan kenyataan ini saya bertanya diri, apakah hal ini hanya terjadi secara amat kebetulan, atau memang Yohanes mempunyai maksud sendiri dengan menampilkan Maria ibu Yesus hanya pada dua kesempatan ini? Di manakah Maria di antara kedua kesempatan tersebut di atas? Nampaknya Yohanes seakan-akan melalaikan kehadiran Maria selama Yesus tampil di depan publik dalam kurun waktu tiga tahun itu. Apakah Maria bersikap acuh tak acuh?? Atau sengaja dilupakan Yohanes??

Pertanyaan-pertanyaan yang menggerogoti hati saya ini akhirnya terkuak ketika saya membuka Injil terbitan Percetakan Dun Scotus (dalam bahasa Cina tentunya) yang diterbitkan oleh Ordo Fransiskan. Di dalamnya terdapat catatan yang membuka pemahaman saya tentang keterlibatan Maria dalam karya keselamatan Yesus sebagaimana dicatat oleh Yohanes.

Dikatakan bahwa dengan menampilkan Maria di awal dan di akhir penampilan publik Yesus, Yohanes mau menyatakan bahwa Maria secara amat khusus turut serta dalam karya keselamatan dan penebusan manusia. Yesus mengawali karyaNya bersama Maria, dan juga mengakhirinya bersama Maria. Yohanes sengaja tak memunculkan Maria di antara kedua kesempatan itu hanya untuk memberikan penekanan khusus bahwa karya keselamatan dan penebusan manusia itu adalah karya istimewa Yesus Kristus. Sedangkan Maria adalah “co-worker”. Di sini dapatlah dilihat pengakuan gereja Katolik terhadap keterlibatan Maria dalam karya keselamatan. Walaupun belum diterima sebagai dogma yang harus ditaati, namun kita percaya dan yakin bahwa Maria turut serta berpartisipasi dalam karya keselamatan dan penebusan umat manusia: Maria boleh disebut sebagai “Co-Redemptor”, sebuah gagasan yang hingga saat ini belum disepakati bersama dan sedang didiskusikan.



Tarsis Sigho - Taipei
Email: sighotarsi@yahoo.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved