Hadiah Ulang Tahun


Di sebuah sekolah minggu. Suatu hari Minggu, setelah pelajaran berakhir seperti biasanya suster menyediakan kue-kue kecil untuk dibagikan kepada anak-anak.

Tiba-tiba satu dar antara anak-anak itu berlari menuju suster dan berkata; ‘Suster...suster, kemarin saya berulang-tahun.’

Dengan penuh penyesalan suster mengulurkan tangannya sambil menjawab; ‘Oh...selamat ulang tahun. Maafkan saya karena saya tidak tahu bahwa kemarin adalah hari ulang tahunmu.’ Kata suster tersebut seakan mengadili diri sendiri karena lalai mengingat hari penting anak muridnya.

‘Apa yang kamu butuhkan sebagai hadiah ulang tahunmu? Walau terlambat, aku masih ingin memberikan hadiah buatmu.’ Suster lalu menyebut satu persatu barang yang menurut suster pasti dibutuhkan oleh anak tersebut. Namun anak itu cuman menggelengkan kepala.

Sambil menengadah memandang wajah suster tersebut, anak itu berkata; ‘Suster, yang aku butuhkan cumanlah pelukanmu yang hangat.’

-----------------------

Sebongkah hati yang mencintai berbicara lebih kuat dan lebih dalam dari pada setumpuk harta kekayaan.



Tarsis Sigho ~ taipei
Email: sighotarsi@yahoo.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2010 Pondok Renungan
All Rights Reserved