Pedoman Pewarta Sabda


Injil: Lk 10:1-12.17-20
Yesus mengutus tujuh puluh murid (10:1-12)
Kembalinya ketujuh puluh murid (10:17-20)

Beberapa tema Khotbah bisa diambil dari bacaan yang padat akan makna ini yang merupakan pedoman pokok para pewarta Sabda.
- Yesus mengutus 70 murid (ayat 1)
Dalam KS sering kali angka 7 ini dipakai (10X7 ingat juga 77x7 dan sebagainya), angka tujuh adalah lambang kesempurnaan, jadi yang dimaksudkan bahwa semua murid Yesus mendapatkan perutusan ini.
- Berdua-dua (ayat 1)
Yesus selalu menekankan hidup kerja sama dalam berkomunitas, untuk menghindari orang yang suka menyendiri, kerja sendiri tanpa melibatkan orang lain (single-fighter) dan sebagainya. Lihat kata Yesus:¡¨Jika ada dua orang lebih berdoa atas namaku aku akan ada di tengah-tengah mereka¡¨ (bdk. Mat 18:20). Yesus mengajar berdoa dengan menyebut Tuhan sebagai Bapa kami (Mat 6:9), bukan Bapaku, ini mengandaikan kita berdoa bersama-sama dengan orang lain. Bahkan berdoa pun Yesus suka kita mengajak orang lain berdoa bersama. Kerja sama dengan orang lain sangat ditekankan Yesus.
- Mendahului Dia, ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungiNya (ayat 1).
Jadi mereka diutus untuk mempersiapkan kedatangan Yesus sendiri. Sentral pewartaan bukan pada diri mereka, tetapi pada Yesus. Ini untuk menghindari para pewarta yang suka menjari popularitas diri, ada yang lebih suka mewartakan diri sendiri daripada mewartakan Yesus.
- Tuaian banyak, pekerja sedikit. Mohon pekerja pada Tuhan (ayat 2).
Yesus menyadarkan para muridNya bahwa semakin hari akan semakin berat beban para murid dalam membimbing manusia keluar dari kegelapan dosa. Menjadi pekerja di ladang Tuhan pun bukan iming-iming yang menggiurkan bagi banyak orang yang selalu bermimpi bergaji besar di dunia ini. Pekerja-pekerja di ladang Tuhan lebih banyak ¡§kerja bhakti¡¨nya dari pada bergaji layak. Oleh karena sampai kapanpun pekerja tuaian ini akan selalu sedikit. Yesus mengajarkan agar kita berusaha dan berdoa, oleh karena itu Dia berkata:¡¨Mintalah kepada Tuhan..¡¨, berdoalah selalu. Di satu pihak Yesus menyadarkan akan kekurangan ini, di lain pihak Yesus berkata: ¡§Jangan takut¡K.asal kau mau minta, maka semua akan diberikan padamu¡¨ (bdk. Mat 7: 7)
- Seperti mengutus anak domba ke tengah-tengan serigala (ayat 3).
Yesus menyadarkan bahwa kerja mewartakan keselamatan itu berbahaya dan penuh resiko. Ini membutuhkan orang-orang yang penuh Roh Kudus yang siap menjadi saksi Kristus.
- Jangan membawa pundi-pundi, bekal, kasut (ayat 4).
Ayat ini jangan ditafsirkan secara harafiah, yaitu larangan membawa pundi-pundi (tempat menaruh uang), bekal (bisa makanan, minuman atau yang lain), kasut (alas kaki) dan sebagainya. Apalagi jaman sekarang sulit diartikan secara harafiah. Tetapi maksud Yesus ialah agar kita jangan bergantung pada materi dan kekuatan diri sendiri dalam mewartakan Kerajaan Allah. Yesus ingin kita semata-mata menggantungkan diri pada kekuatan Allah, yaitu bimbingan Roh Kudus sendiri. Uang dan materi yang lain itu hanya alat bantu bukan kekuatan inti pewartaan.
- Jangan memberi salam dalam perjalanan (ayat 4).
Apalagi arti ayat yang aneh ini. Ini bukan berarti kita tidak boleh menyapa orang lain dalam perjalanan. Tetapi jangan mampir ke kiri dan ke kanan, sehingga lupa tujuan utama atau tujuan utama terhambat, hanya karena di tengah jalan kita ketemu kawan atau kenalan lama, hingga beberapa kali kita menunda perjalanan selanjutnya.
- Jika ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka damai sejahtera itu akan tinggal (ayat 6)
Betapa pentingnya kata ¡§damai sejahtera¡¨ di sini. Apa artinya ini? Yesus dalam Injil Yohanes pernah berkata: ¡¨Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu¡K¡¨(Yoh 14: 27). Jadi sumber dari damai sejahtera itu dari Yesus sendiri. Tanpa RohNya (Roh Kudus) tak ada damai sejahtera. Tetapi hanya mereka yang mau menerima Yesus dan yang layak saja yang bisa memperoleh damai sejahtera itu.
- Jika tidak salammu itu kembali padamu (ayat 6)
Yesus tidak mau memaksakan pemberian kepada orang yang tak mau menerimanya. Maka damai sejahtera juga tidak akan diberikajn kepada orang yang tidak mau.
- Tinggallah di rumah mereka yang mau menerima dan makan minumlah apa yang disuguhkan (ayat 7).
Seorang pekerja patut mendapatkan upahnya, kata Yesus. Tetapi pewarta tidak boleh menuntut apa yang tidak ada. Makan dan minumlah apa yang disuguhkan kepada mereka, bukan minta yang tidak ada pada mereka.
- Sembuhkanlah orang sakit dan katakanlah Kerajaan Sorga telah dekat (ayat 9).
Dua pekerjaan penting yang harus dikerjakan oleh pewarta ialah menyembuhkan jasmani dan rohani. Pewarta tidak semata-mata mewartakan Kerajaan Allah saja. Jika diketahui orang membutuhkan pertolongan jasmani, pertama-tama mereka harus mencoba menolong mereka menyembuhkan penyakit jasmaninya. Barulah kita wartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, maka bertobatlah. Jadi yang harus disembuhkan adalah penyakit jasmani dan rohani.
- Jika engkau masuk kota dan mereka menolak, pergilah, kebaskanlah debu kota itu (ayat 11)
Jika mereka menolak Yesus, maka sesungguhnya Yesus pun tak mau berhubungan lagi walau sampai sekecil-kecilnya. Di sini tak ada kata kompromi.
- Sodom akan lebih ringan daripada tanggungan kota ini (ayat 12).
Dalam Kejadian 19: 1-29, Allah menghancurkan kota Sodom dan Gomora, karena dosa orang-orang di sini sudah kelewat batas. Sesungguhnya hanya dalam Yesuslah ada damai sejahtera dan di luar Yesus adalah malapetaka (kata Sodom sudah identik dengan malapetaka). Jika orang memilih tinggal di luar Yesus (menolak), maka sebenarnya mereka sendirilah yang memilih malapetaka, bukan Tuhan menghukum mereka, tetapi mereka sendiri telah memilih malapetaka itu sendiri.
- Murid-murid kembali: Setan-setan takluk pada mereka atas nama Yesus (ayat 17).
Hasil pertama yang tampak dalam pewartaan itu adalah wajah-wajah cerah di antara mereka. Ternyata bagaimana beratnya pewartaan itu akan membuahkan buah-buah suka cita. Mereka berkumpul kembali dan saling sharing pengalaman dalam mewartakan Sabda. Sharing yang paling membanggakan ialah bahwa setan-setan yang dahulu sangat ditakuti itu sekarang takluk pada mereka demi Nama Yesus. Jelas setan takluk pada Yesus yang ada di dalam setiap orang yang beriman kepada Yesus.
- Yesus memang telah memberi kuasa mereka (ayat 19).
Jika Setan-setan itu takhluk pada mereka, itu tidak aneh, karena Yesus telah memberi kuasa pada mereka untukmengalahkan kuasa kegelapan dalam namaNya.
- Jangan bersuka cita karena roh-roh takhluk, tetapi bersuka citalah karena namamu terdaftar disorga (ayat 20).
Yesus mengingatkan pada mereka bahwa suka cita kristiani itu bukan kesombongan atau merasa bangga karena kekuatan diri sendiri, tetapi suka cita kristiani yang sesungguhnya ialah karena Tuhan telah memilih kita dan memasukkan dalam daftar orang-orang pilihan di Sorga.



Romo Anton De Britto CM
Email: rmanton@email.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved