 |
Kelebihan uang yang kau berikan
Pemuda itu sedang menunggu kereta untuk pulang. Malam sudah begitu larut bagi kebanyakan orang, namun dia baru saja menyelesaikan kelas kuliahnya. Rasa lelah sudah menjadi biasa baginya. Ada beberapa orang yang juga sedang menunggu kereta. Satu dari mereka lalu menghampirinya. Dia anak perempuan yang baru beranjak dewasa. Pakaiannya cukup untuk menutupi tubuhnya. Gayanya menampakkan proses pendewasaan yang ekspresif. Beberapa helai rambutnya dicat ungu. Perona bibirnya berwarna gelap, serasi dengan garis matanya yang juga gelap.
Cewek itu lalu bertanya pada si pemuda, “Apakah Anda punya uang receh? Aku butuh uang untuk beli tiket kereta”. Pemuda itu merogoh sakunya, mengeluarkan uang lebih dari cukup bagi si cewek. Terima kasih katanya. Dia langsung bergegas membeli tiket kereta. Pemuda itu kembali menikmati waktunya. Sekedar menatap bintang-bintang yang bertaburan. Namun, tak lama kemudian, cewek itu kembali padanya. “Ini aku kembalikan kelebihan uang yang kau berikan”. “Simpan saja untukmu”, pinta pemuda. “Tidak, aku hanya butuh uang untuk membeli tiket kereta”, kata si cewek. “Baiklah kalau begitu”, terima si pemuda. Ternyata gayanya saja yang membuat orang berdecak aneh, namun sikapnya berbeda.
Pemuda berbisik, dia masih bisa mengembalikan kelebihan uang yang kutawarkan. Padahal malam sudah larut dan tampaknya hari masih panjang baginya. Pikiran menyentak hati. Tuhan memberikan lebih dari yang kuminta, namun aku tak mengembalikan kelebihan itu. Si cewek baru beranjak dewasa, sedangkan aku sudah berkerah. Sekali lagi KAU tunjukkan kasihMu. Kereta datang, ternyata si cewek menanti jurusan yang lain. Pemuda memandanginya sembari menaiki kereta. Malam itu si pemuda mendapat senyum manis dari cewek berbaju cukup untuk menutupi tubuhnya.
Darvian Wirawan Email: darvianw@hotmail.com
Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com), jika anda ingin menyebarkan karya ini. Kembali Ke Index
Versi Cetak
Email ke Teman
Home |
Renungan |
Cerita |
Kesaksian |
Diskusi |
Kontak Kami
© 2000-2010 Pondok Renungan All Rights Reserved
|
 |